• Fri, Jan 2026

Probolinggo

Kota Bayuangga

Perjalanan sejarah dari masa lampau hingga era modern

285K

Penduduk

56.67

Km²

5

Kecamatan

29

Kelurahan

Sejarah

14M
Asal Usul Nama

Nama Probolinggo berasal dari kata "Praba" (cahaya) dan "Lingga" (tempat suci). Daerah ini dianggap sebagai tempat yang bercahaya dan suci oleh masyarakat setempat.

1478
Era Majapahit

Probolinggo menjadi wilayah penting di bawah Kerajaan Majapahit sebagai daerah penghasil garam dan hasil laut untuk perdagangan nusantara.

1743
Pemerintahan VOC

VOC menguasai Probolinggo dan menjadikannya pusat perdagangan. Pelabuhan Probolinggo menjadi pintu gerbang penting perdagangan rempah-rempah.

1811
Administrasi Inggris

Periode singkat di bawah administrasi Inggris dengan Thomas Stamford Raffles sebagai Letnan Gubernur Jawa.

1816
Hindia Belanda

Probolinggo berkembang dengan infrastruktur yang lebih baik. Jalur kereta api dibangun menghubungkan dengan kota-kota besar di Jawa.

1942
Pendudukan Jepang

Masa sulit yang menumbuhkan semangat nasionalisme kuat di kalangan penduduk setempat.

1945
Kemerdekaan

Probolinggo menjadi bagian integral Republik Indonesia dengan dukungan penuh masyarakat untuk kemerdekaan.

1974
Status Kota

Probolinggo resmi menjadi kota administratif terpisah dari kabupaten, memulai era modernisasi dan peningkatan pelayanan publik.

Budaya

Seni Tradisional

Gandrung, Jaranan, dan kesenian rakyat yang masih dilestarikan.

Kuliner Khas

Mangga Probolinggo yang terkenal dan Soto Probolinggo.

Gotong Royong

Tradisi dan nilai kekeluargaan yang kuat hingga saat ini.

Era Modern

Digitalisasi

  • Smart city initiatives
  • E-government services
  • Digital economy

Pembangunan

  • Infrastruktur modern
  • Pengembangan pariwisata
  • Program ramah lingkungan

2020-Sekarang: Probolinggo bertransformasi menjadi kota modern dengan inovasi teknologi dan pelayanan publik yang lebih baik.